Kata itu termasuk jenis yang tidak disukai bahkan ditakuti hampir setiap orang. Siapa si yang pingin gagal? Jika kita melakukan sesuatu, maka harapan kita adalah berhasil, yaa...jika tidak bisa 100% berhasil maka minimal tingkat kegagalan bisa ditekan serendah mungkin. Biasanya batas toleransi kegagalan yang bisa diterima sampai tingkat 50%.
Hari ini aku memasuki sebuah babak baru di dunia kerjaku. Suatu terobosan yang aku masih belum tahu berapa persen tingkat kegagalannya. Sehari sebelumnya, aku sudah ber'bincang' dengan saudara-saudaraku dari berbagai disiplin ilmu dengan beragam cara pula. Ada yang mengobrol secara langsung, ada yang via internet. Dan....Luar biasa!!! Semua menyarankan hal yang sama. Siap-siap untuk gagal!!! Nah lho...!!! Bukan memotivasiku dengan sejuta impian atau kiat-kiat untuk sukses, tapi dengan siap-siap untuk gagal...:(
Salah seorang saudaraku itu punya cerita, istrinya (seorang dengan background akademis yang sangat kuat, bahkan cukup lama menjabat sebagai asisten dosen, putri seorang konglomerat pengusaha perkebunan dengan aset kekayaan tanah yang berhektar-hektar.) saat ini hingga 1 ( satu) tahun ke depan di'didik' olehnya untuk tahu apa itu yang namanya 'kerja'.
Setiap pagi pk 04.00 wib oleh sang suami dibangunkan, 'dipaksa' membuat jajan pasar semacam kue lumpur, jadah, kue lapis...Lalu pk 05.30 harus sudah siap dan diantar untuk menitip ke kios-kios makanan baik toko atau pun pasar. Ini berlangsung rutin setiap hari. Mula-mula sang suami mendampingi istrinya tersebut, lalu setelah tiga bulan berlalu, sang istri dibiarkan berjalan sendiri. Meski dengan segala keluh kesah yang tak bosan-bosannya didengarkan oleh sang suami (...yaa kalo didengarkan...;p ) sang istri tetap setia menjalaninya sampai sekarang. Lalu aku bertanya ( dalam hati sudah mencatat, wah prospek, bisa ikut-ikutan bisnis snack nich ) berapa untungnya tiap bulan ( sambil membayangkan kertas-kertas keluaran Bank Indonesia berwarna biru dan merah...hmmm :D ). Dan jawaban yang kuterima...Taa daaa...!!..."Sampai saat ini tidak ada untungnya, bahkan merugi terus"...Lho...?Gila apa yaa...? Satu bisnis yang dimulai dengan susah payah, trus dijalankan dengan segala rasa capek baik fisik maupun pikiran tidak ada hasilnya bahkan merugi...Suatu label tegas tercetak tegas di benakku : GAGAL TOTAL!!!
"Bahkan ayah mertuaku datang ke rumah dan mendengar kisah ini, langsung tidak mau mencicipi secuilpun kue-kue yang dibuat oleh istriku"...Ya iyalah...kataku dalam hati. Anaknya yang begitu dicintainya, yang demikian disayang, dibesarkan, disekolahkan tinggi-tinggi, dan kini hanya disuruh jualan kue, rugi lagi...
"Trus...trus...kenapa skarang masih juga dijalankan? tanyaku (protesku tepatnya) terbata-bata, ga' bisa ngerti jalan pikiran saudaraku tersebut.
"Aku cuma mau membuat dia (istrinya) ngerti apa itu yang namanya kerja!", lanjutnya tenang, " Aku mau dia ngerti rasanya gagal, ngerti rasanya malu, ngerti rasa sakitnya berbisnis".
Karena saat ini aku masih bisa dukung dia untuk kembali bangun, tapi di masa yang akan datang dia harus bisa sendiri dan jika dia sudah terbiasa dengan rasa gagal, terbiasa dengan rasa malu, terbiasa dengan rasa sakit, saat dia kembali jatuh, dia tidak hanya akan duduk terdiam, menangisi, menyesali apa yang barusan terjadi, tapi dia akan bangkit lagi tanpa menunggu siapapun termasuk aku. Saat dia sudah bisa menjadi seperti itu, aku baru akan mengajarkan padanya apa yang disebut kerja mencari uang (untung)...".
Terbersit sebuah kenangan cerita konon ketika orang tuaku mengajariku merangkak, berdiri, merambat dan berjalan, dari didampingi (ditetah-Jawa), dibangunkan kembali dengan penuh kasih dan sayang saat aku jatuh terduduk, tersungkur dan menangis dengan membahana penuh kepanikan (dan cari perhatian...he,he,he...;D) karena sakit hingga aku bisa berdiri lagi, berjalan, terjatuh lagi, tapi mampu bangkit dan tetap tertawa-tawa ( jadi ingat sebuah iklan : eh,cucuku sudah bisa berdiri....) baru mereka mengajariku untuk berlari, mengajariku untuk berlomba dengan mereka ( yang pastinya mereka mengalah) hingga aku mengenal satu arti kata baru lagi dalam khasanah hidupku, yaitu KEMENANGAN....aku mencapai apa yang disebut BERHASIL...
Tak terasa ada jalur bening di kedua sudut mataku yang berakhir di daguku...
Thanks to God who give me love and wisdom.
Thanks to my parents, without you I never be like now.
Thanks to Kak Welly Mulia who teach me on internet bussiness even I'm still newbie,thanks for supporting me till this blog was born.
Thanks to everybody who give me spirit, idea n' everything through their blog, they post, n' everything media.
Thanks to Ooh n his family, you never give up bro, n you always be my inspiration.
And special thanks to my beloved sister, Ratri, who support me, accept me in all my condition.
And you my bro/sist, who give your precious time to read my blog. Arigatou...